Selasa, 12 Februari 2013

Sarang !!

I really can’t face tomorrow if I couldn’t finish all this night .. I want to be free at all ! But what can I do ?? I’m a film maniac. Dan kalau udah bertengger di depan film jangankan orang ketuk pintu,makan juga lupa … parah ?? ya aku tahu ! Tapi aku ingin belajar untuk tidak mengerjakan sesuatu dengan sia – sia. Apapun yang aku kerjakan harus ada suatu profit yg aku dapat. Termasuk dari menonton film. Boleh dibilang aku pecinta film2 bagus dan film korea (juga yg bagus - bagus). Seperti drama yg baru ku habiskan dalam 24 episode (dengan forward berkali – kali siih ). Yah itung – itung playing around SP .. Princess Hours Film ini menceritakan tentang seorang rakyat jelata yang harus menikah dengan Theja jhona ( putra mahkota) karna janji kaisar sebelumnya yang sudah meninggal. Beradaptasi dengan lingkungan baru dengan panggilan Binggu Mama ( putri mahkota). Hingga kemudian datanglah pangeran Yul, anak dari putra mahkota sebelumnya yang meninggal sebelum menjabat menjadi raja (Abba mama)-kakaknya abbamama saat ini- dan ibunya . Ibunya Yul sangat berambisi menjadikan Yul sebagai raja. Di tengah – tengah usahanya menjadikan Yul raja menggantikan putra mahkota, ternyata Yul terpikat dengan Binggung mama. Binggung mama sendiri yang tak kunjung mendapat kepastian dari theja jonha tentang perasaan hatinya pun lebih sering lari ke pangeran Yull jika ada masalah. Tapi tetap, binggung mama hanya mencintai Theja Jonha begitupun sebaliknya. Sayang pasangan ini terlalu gengsi untuk menyatakan isi hatinya masing-masing. Padahal awalnya pasangan ini sama sekali tidak saling kenal, apalagi saling cinta. Film ini berakhir dengan kisah sedih dari Yull yang harus pindah dari istana karena ia mengakui segala perbuatan ibunya untuk menjatuhkan pangeran mahkota. Bigung mama mendapat hukuman pengasingan karna urusan politik untuk menyelamatkan nama baik kerajaan. Sedih ? Ini belum selesai. Karena pangeran mahkota bebas dari semua tuduhan, beliaupun diserahkan tugas menjadi raja selanjutnya, tapi diberikannya tahta yg dimilikinya kepada kakaknya. Ia lebih menginginkan kebebasan untuk dirinya dan bigung mama. Kemudian Shin goon (theja jonha) mengunjungi Sin Chaeguk(binggu mama) di Macau tempat pengasingannya. At last mereka menikah lagi atas dasar cinta dan bukan politik Negara. Hmm.. apa ya yang ingin aku bahas di sini ? Suatu pepatah jawa mungkin , ntah apa bahasanya tapi artinya cinta itu akan tumbuh bila terbiasa bersama. Aku terbiasa menghabiskan waktu bersama keluargaku dan itu menghasilkan cinta, aku biasa dipuji teman teman sekolahku dan itu menghasilkan cinta, aku terbiasa bermain dengan teman – teman dekatku dan itu menghasilkan cinta. Apakah itu artinya aku bisa mencintai siapa saja yang ada di dekatku ? Mencintai apapun yang biasa aku lakukan ? Bukankah itu mengerikan? Ketika terbiasa dengan sesuatu maka kita akan mulai mencintainya. Seperti kalimatku di atas “aku biasa dipuji teman teman sekolahku dan itu menghasilkan cinta”. Bahkan suatu kebiasaan yang salah juga menimbulkan kecintaan. Salah satu sifat cinta adalah addicted. Kamu akan ketagihan untuk mengulanginya lagi. Mulai dari mencoba, lalu menjadi suatu kebiasaan dan akhirnya kamu mulai mencintainya. Bayangkan jika kamu menjadi seorang petinggi di sebuah perusahaan A. Prinsip dari ekonomi adalah “memperoleh untung sebesar besarnya dari modal yang sekecil kecilnya”. Ketika ada sebuah tender katakanlah dari perusahaan B lalu perusahaan A mengikuti tender tersebut, maka pemilik perusahaan B akan mencari perusahaan yang mampu memberikan keuntungan setinggi – tingginya kepada mereka. Dalam tender tersebut ternyata ada 100 perusahaan yang akan mengikuti tender tersebut. Pada putaran pertama, perusahaan A lolos seleksi, begitu selanjutnya hingga tersisa 3 perusahaan yakni perusahaan A, perusahaan X dan perusahaan Z. Melihat perusahaan X dan perusahaan Z yang sudah memiliki nama besar, nyaris tak mungkin perusahaan A memenangkan tender tersebut. Namun ternyata pemilik perusahaan A lebih cerdik dari perusahaan X dan Z. Dia mencoba melobi pemilik perusahaan B agar mau memenangkannya. Tadinya perusahan B ragu – ragu untuk menerima tawaran dari perusahaan A, namun setelah nego beberapa kali diputuskanlah sebuah hasil yang ”sama –sama tahu dan sama – sama untung”. Akhirnya perusahaan A memenangkan tender dan berkali kali memenangkan tender dengan cara tersebut. Pemiliknya sudah terlanjur terbiasa dengan hal tersebut dan mulai mencintai langkahnya. Bad thing which become love ! Atau kisah seorang dokter yang mengabdi di dareh pedalaman ? Tadinya ia merasa terkukung, jauh dari manapun, terisolir. Hingga kemudian ia mengetahui bahwa daerah adalah daerah endemik cacar dan hanya ada dokter tersebut di dalam suatu kecamataan yang terdiri dari beberapa pulau kecil. Sang dokter mulai memahami bahwa daerah tempat beliau ditugaskan sangat membutuhkan seorang dokter. Lalu dia mulai melayani atas dasar kasih sayang sebagai sesama umat manusia yang hidup saling tolong menolong dan tanggung jawabnya sebahai seorang dokter. Perlahan ia mulai mencintai pekerjaannya sebagai seorang dokter yang mengabdi di daera hingga akan sulit jika tiba – tiba kita memintanya untuk berhenti melakukan hal tersebut. Ya, salah satu ciri dari cinta adalah addicted. Akan berat rasanya bila perusahaan A meninggalkan cara “sama – sama tahu”nya karena itu MENGHASILKAN untuknya. Berat juga bagi sang dokter untuk berhenti dari profesinya di daerah karena ia sudah mencintai pekerjaannya. namun apakan ini sama ? Salah seorang sahabatku pernah berkata. “Cinta itu memiliki tingkatan, mulai dari yang paling tinggi hingga yang paling rendah”. Cinta yang paling tinggi adalah Hablumminaallah, kecintaan seorang hamba terhadap Tuhannya begitupun sebaliknya dan cinta yang paling rendah adalah cinta yang dilandasi dengan nafsu. Jadi, jelas benang merah yang membatasi kedua kisah ini, mana cinta yang lebih tinggi daripada cinta lainnya. Hal yang harus diingat adalah cinta itu bersifat addicted. Salah mencintai artinya mencintai yang salah. Karena cinta dapat berawal dari suatu continuous act yang kemudian berkembang menjadi behavior, maka pilihlah suatu kebiasaan baik yang membuat kita tak ingin meninggalkannya , membuat kita cinta hingga addicted kepadanya. Salam cinta ! Cinta tulus dari Sang Maha Cinta untuk disebar keseluruh Hambanya ! Cinta yang memiliki kasta tertinggi pada derajat percintaan. Cinta dalam ukhuwah, cinta karena Tuhannya ! Cinta yang dalam bahasa Korea dipanggil, Sarang !